GRESIK - Ketertarikan Zubaidi terhadap uang kuno dimulai dari ketertarikannya pada berbagai gambar dan desain uang yang digunakan di Indonesia sebelum merdeka. Warga Kelurahan Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik ini sejak tahun 2020 terus berburu uang kuno, baik yang dicetak di Indonesia maupun luar negeri, hingga menjadi kolektor yang sukses.
Zubaidi mengungkapkan, sebelum Indonesia merdeka, terdapat berbagai mata uang lokal yang berlaku di wilayah Nusantara, seperti di Aceh, Bengkulu, Lampung, Banten, dan Belitung. Uang tersebut dicetak sesuai dengan daerah masing-masing dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Selain itu, ia mengoleksi uang kertas Golden Indonesia, yang dikenal berdesain menarik seperti tokoh JP Coen, Ratu Belanda Wilhelmina, hingga bergambar wayang. Uang Golden ini menggunakan empat bahasa, yaitu Belanda, China, Arab, dan Jawa, dan pernah digunakan secara luas khususnya di Pulau Jawa.
Zubaidi bahkan sampai berburu hingga ke Jenewa, Swiss, demi mendapatkan uang Golden dengan nilai seribu yang bergambar wayang. Uang tersebut terjual cepat hanya dalam beberapa hari dengan harga fantastis, yakni Rp350 juta. Bahkan, menurut Zubaidi, koleksi uang kuno milik salah satu temannya yang juga bergambar wayang laku hingga Rp3 miliar pada Oktober lalu.
Baca Juga : Berburu hingga ke Swiss, Kolektor Uang Kuno Gresik Jual Uang Golden Bernilai Ratusan Juta
Zubaidi mengatakan bahwa koleksi uang kuno tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga menjadi edukasi bagi generasi muda.
"Lewat uang kuno ini, anak-anak bisa belajar tentang sejarah uang Indonesia dan menghargai mata uang kita," ujar Zubaidi.
Kini, Zubaidi semakin fokus untuk memperdalam hobinya sebagai kolektor uang kuno, yang tak hanya menguntungkan, tetapi juga memiliki nilai historis dan edukasi tinggi. Dari perburuan yang dimulai secara coba-coba di tengah pandemi, Zubaidi berhasil menorehkan kesuksesan dan memperkenalkan kekayaan sejarah uang Indonesia kepada banyak orang.(Momammad Amin/Selvina Apriyanti)
Editor : Iwan Iwe