SIDOARJO - Tak hanya di Surabaya, banjir juga merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Sidoarjo. Banjir terparah terjadi di Waru, Medaeng dan Pepelegi. Bahkan, banjir masih belum surut dan menganggu aktivitas warga, pada Rabu (25/12/2024) pagi.
Salah satu wilayah yang terendam banjir adalah Jalan Joyoboyo, Desa Medaeng hingga Jalan Jatisari, Desa Pepelegi, Kecamatan Waru. Ketinggian air masih cukup tinggi hingga 30 cm. Sejumlah pengendara yang nekad melintas, terpaksa menuntun kendaraannya akibat mogok.
Tidak hanya menggenangi jalan raya, banjir juga masuk ke rumah warga. Sejumlah warga terpaksa menutup akses jalan agar air tak semakin masuk ke dalam rumah. Selain itu, banjir juga menggenangi sejumlah kompleks perumahan diantaranya Waru Permai dan Wisma Permai.
Banjir juga merendam permukiman warga di Desa Waru. Bahkan, sungai di kawasan ini meluap hingga tak terlihat. Kondisi ini membuat khawatir warga karena bisa mengakibatkan anak-anak atau pengendara melintas terperosok ke sungai yang tak terlihat.
Baca Juga : Banjir Rendam Perkampungan Bungurasih Sidoarjo, Ganggu Aktivitas Warga
Sugito, warga Desa Waru mengungkapkan bila banjir kerap terjadi saat musim hujan. Namun, banjir kali ini yang paling parah.
“Banjir ini sudah langganan setiap musim hujan. Namun kali ini yang paling parah. Bahkan, sungai tidak terlihat akibat tertutup air. Banjir tidak hanya di jalan raya, tapi juga masuk ke rumah warga,” katanya kepada portaljtv.com.
Baca Juga : Banjir di Perum Sentra Alam Candi Sidoarjo Sudah 4 Hari Belum Surut, 48 Lansia Sakit
Sugito berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan upaya penyedotan air karena banjir mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Bahkan, warga menutup akses jalan yang terendam banjir karena khawatir air masuk ke rumah. (*)
Editor : M Fakhrurrozi