GROBOGAN - Dilansir dari HarianMuria, sejumlah siswa SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, terpaksa menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di halaman sekolah. Kondisi ini terjadi karena sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan parah akibat atap yang ambrol.
Kerusakan bangunan bermula pada Januari 2026 ketika atap salah satu ruang kelas ambruk akibat konstruksi kayu yang lapuk dan dimakan rayap. Kerusakan tersebut kemudian meluas hingga empat ruang kelas dinyatakan tidak layak digunakan dan hingga Selasa (21/7/2026), bangunan tersebut belum juga diperbaiki.
Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menyampaikan bahwa pihak sekolah terus berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar serta pembagian program MBG tetap berjalan di tengah keterbatasan fasilitas. "Walaupun kondisinya demikian, siswa tetap antusias untuk menerima MBG," ucap Juwariyah pada Kamis (23/7/2026).
Untuk menyiasati kurangnya ruang kelas, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergilir, menyekat ruangan menggunakan tripleks, memindahkan siswa kelas V ke musala, serta mengubah fungsi perpustakaan. Para siswa mengaku tidak memiliki pilihan lain selain menikmati makanan di luar ruangan. “Iya ini makan di luar, karena atap roboh,” tegas Afifah, salah seorang siswa SDN Tanggirejo.
Baca Juga : Nestapa SD Terpencil di Pesisir Sidoarjo: Atap Bocor-Dinding Retak, Wabup Mimik Instruksikan Rehab Total
Potret aktivitas siswa yang menyantap makanan bergizi gratis di antara puing-puing bangunan sekolah yang hancur ini viral di media sosial setelah diunggah. Unggahan tersebut menarik perhatian publik karena memperlihatkan keteguhan para siswa dalam menimba ilmu meskipun fasilitas sekolah dalam keadaan rusak berat.
Menanggapi permasalahan ini, pihak sekolah telah mengajukan usulan revitalisasi bangunan dan masuk dalam daftar prioritas penanganan di Kabupaten Grobogan. Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan berencana mengalokasikan dana cadangan untuk melakukan perbaikan darurat sebelum bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat resmi direalisasikan. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe

















