NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi merencanakan pengembangan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat. Untuk merealisasikan program tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Rencana ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan sanitasi, dipicu oleh pertumbuhan industri serta adanya program sekolah rakyat di wilayah tersebut. Pemerintah daerah pun menilai kapasitas IPLT yang ada saat ini perlu segera ditingkatkan.
IPLT yang berlokasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, saat ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 17 meter kubik. Ke depan, kapasitas tersebut direncanakan akan ditambah hingga 20 meter kubik.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengatakan bahwa pengembangan ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan sanitasi yang terus meningkat.
Baca Juga : Lelang Perbaikan 7 Sekolah di Ngawi Kembali Gagal, Pemkab Buka Ulang Proses
“Saat ini kapasitas IPLT sekitar 17 meter kubik. Dengan meningkatnya kebutuhan, kami merencanakan penambahan kapasitas hingga 20 meter kubik,” ujar Pipit.
Sebagai tahap awal, Pemerintah Kabupaten Ngawi akan menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan teknis pengembangan IPLT. Penyusunan dokumen ini menjadi langkah penting sebelum masuk ke tahap pembangunan.
Selain meningkatkan layanan sanitasi, pengembangan IPLT juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, termasuk dalam menekan angka stunting.
Baca Juga : Perang Timur Tengah Belum Berdampak pada Iklim Investasi di Ngawi
“Peningkatan sanitasi layak menjadi bagian dari upaya menurunkan angka stunting, sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals tahun 2030,” tambahnya.
Dengan adanya pengembangan ini, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Editor : JTV Madiun



















