Menu
Pencarian


Aksi Massa PSHT Sempat Bersitegang, Sejumlah Sekolah di Madiun Terapkan Pembelajaran Daring

JTV Madiun - Rabu, 23 September 2026 16:27
Aksi Massa PSHT Sempat Bersitegang, Sejumlah Sekolah di Madiun Terapkan Pembelajaran Daring
Aksi Massa PSHT Sempat Bersitegang, Sejumlah Sekolah di Madiun Terapkan Pembelajaran Daring

MADIUN - Aksi massa yang terjadi di sekitar Padepokan Agung Madiun, Jalan Merak, Kota Madiun, Selasa (22/9/2026), berdampak pada kegiatan belajar mengajar sejumlah sekolah di sekitar lokasi. Untuk mengantisipasi kondisi keamanan, sejumlah sekolah memilih menerapkan pembelajaran secara daring.

Aksi tersebut melibatkan massa yang disebut berasal dari kelompok PSHT pimpinan Muhammad Taufiq. Massa diketahui bergerak menuju kawasan padepokan menjelang rencana pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) PSHT yang dijadwalkan pada 25–27 September 2026. Aparat kepolisian menyebut kegiatan tersebut belum memperoleh izin keamanan dengan mempertimbangkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pendidikan Kota Madiun mengimbau sekolah di sekitar kawasan padepokan untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran. Sejumlah sekolah kemudian menerapkan pembelajaran daring, di antaranya SMPN 7 Madiun, SMKN 5 Madiun, SDN Nambangan Kidul, MI Islamiyah 03 Madiun, dan MTsN Kota Madiun. Sementara SD Muhammadiyah Kota Madiun menerapkan pengurangan jam sekolah.

Humas SMPN 7 Madiun, Reti Setyaningrum, mengatakan keputusan pembelajaran daring disepakati pihak sekolah dan guru dengan mengikuti imbauan Dinas Pendidikan Kota Madiun. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berdekatan dengan kawasan padepokan.

Untuk Rabu (23/9/2026), siswa SMPN 7 Madiun mengikuti pembelajaran dari rumah. Pihak sekolah masih memantau perkembangan situasi untuk menentukan pola pembelajaran pada Kamis dan Jumat.

Jika kondisi dinilai memungkinkan, siswa akan kembali mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah. Namun, apabila situasi belum kondusif, pembelajaran daring akan dilanjutkan. Sekolah juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, termasuk Babinsa, untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dan keselamatan siswa terjaga.

Sementara itu, terkait rencana Parluh PSHT, Pemerintah Kota Madiun bersama Forkopimda lintas daerah sebelumnya telah menyepakati bahwa kegiatan tersebut tidak dilaksanakan di wilayah Kota maupun Kabupaten Madiun dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Magetan disebut siap menjadi salah satu alternatif lokasi.

Di sisi lain, PSHT melalui keterangan resminya menyatakan Parluh 2026 tetap dijadwalkan pada 25–27 September di Padepokan Agung Madiun. Perbedaan keterangan tersebut menjadi bagian dari perkembangan situasi menjelang pelaksanaan agenda organisasi tersebut.

Editor : JTV Madiun






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.