Menu
Pencarian


Imbas Air Laut Surut, Antrean Menuju Pelabuhan Ketapang Kembali Memanjang

JTV Banyuwangi - Senin, 2 November 2026 19:00
Imbas Air Laut Surut, Antrean Menuju Pelabuhan Ketapang Kembali Memanjang
Rahmadi, pengemudi air minum, mengalami delay serupa, dan memperkirakan penyebrangan malam seiring penyesuaian pasang surut.

Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, akibat fenomena pasang surut air laut di Selat Bali. Membuat kapal tidak bisa sandar.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (2 November 2026), antrean kendaraan yang didominasi truk tronton logistik ini mengular hingga luar area pelabuhan dengan kemacetan mencapai sekitar 5,7 kilometer.

Beberapa pengemudi logistik mengaku telah tertahan selama belasan hingga puluhan jam.

Salah seorang sopir logistik Yudi, yang mengangkut makanan dari Cibitung, Bekasi, tujuan Denpasar mengaku telah terjebak kemacetan sejak Minggu (1 November 2026) sekita pukul 17.00 WIB di kawasan sebelum Watudodol, Wongsorejo.

Baca Juga :   Antisipasi Macet ke Bali, Pelabuhan Tanjung Wangi Siap Jadi Jalur Alternatif

"Kemudian saya baru masuk di penampungan di Ketapang itu keesokan harinya, jam 8 pagi. Ini (pukul 15.00 WIB) baru bisa masuk ke pelabuhan nunggu antrean masuk kapal," kata Yudi.

Yudi mengaku jika mendapat informasi bahwa penumpukan kendaraan dipicu oleh surutnya air laut yang menghambat proses sandar kapal.



Baca Juga :   Bupati Ipuk dan Sopir Truk Bahas Solusi Kemacetan Pelabuhan Ketapang

"Informasi yang saya dengar, karena air surut dan volume kendaraan sedang, jadi kapal tidak bisa sandar," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Rahmadi (42), pengemudi armada pengangkut air minum dari Banyuwangi tujuan Nusa Dua Bali, mengaku kena macet sekira pukul 03.00 WIB di jalur lingkar.

Ia baru keluar dari jalur lingkar pukul 05.00 lalu masuk ke penampungan. Setelah menunggu lebih 10 jam, ia akhirnya baru bisa masuk ke dalam pelabuhan.

Baca Juga :   Kejar Target Nataru 2027, ASDP Percepat Upgrade Dermaga Ketapang dan Gilimanuk

"Akhirnya setelah dari situ, ini saya baru bisa masuk pelabuhan," katanya saat dikonfirmasi sekira pukul 14.45 WIB.

Rahmadi memperkirakan armada yang dikemudikannya baru bisa menyeberang pada malam hari seiring menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.

"Perkiraan baru bisa masuk kapal sekitar jam 7 malam ini. Informasinya memang air surut karena faktor alam, dan sekarang surutnya terjadi dua kali, yaitu pagi dan sore hari," terangnya.

Baca Juga :   ASDP Optimalkan Layanan Demi Percepat Penguraian Antrean Kendaraan

Handoko Khusumo

Editor : JTV Banyuwangi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.