KOTA MALANG - Portal jtv – Sebanyak 20 peserta didik SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang secara resmi dilepas untuk mengikuti program bekerja dan kuliah di Jepang. Pelepasan simbolis ini menjadi bagian dari rangkaian Dialog Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. yang digelar di Masjid Manarul Islam, Kota Malang, Sabtu, 19 September 2026.

Pelepasan tersebut menjadi momen puncak setelah sesi dialog dan tanya jawab bersama Mendikdasmen. Kegiatan ini mengusung tema “Memajukan Pendidikan Muhammadiyah dalam Konteks Pendidikan Nasional.”
Ke 20 siswa tersebut akan berangkat ke Jepang untuk mengikuti program kuliah dan bekerja yang telah dipersiapkan sekolah. Program ini menjadi bagian dari upaya SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang dalam membekali lulusannya dengan pengalaman kerja internasional.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M.A. dalam sambutannya menyatakan bahwa pengiriman siswa ke Jepang merupakan wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. “Pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjawab perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak hanya dituntut memberikan pembelajaran akademik di dalam kelas. Lembaga pendidikan juga harus mendorong peserta didik untuk berprestasi dan memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.
Mendikdasmen Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang. Kehadiran Menteri dalam dialog ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap perkembangan pendidikan Muhammadiyah di berbagai jenjang.

Menurut kepala dinas pendidikan Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mendukung dan mengapresiasi langkah SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang untuk memberangkatkan siswanya bekerja dan kuliah di Jepang. Serta mengajak sekolah lainnya di wilayah Jawa Timur untuk mengikuti jejak SMK Muhisa.
Dalam sesi dialog, pendidikan Muhammadiyah menjadi salah satu pokok pembahasan utama. Hal ini mengingat peran lembaga pendidikan Muhammadiyah yang telah berkembang pesat di berbagai wilayah Indonesia.
Momen pelepasan siswa ke Jepang menjadi penutup rangkaian acara. Para peserta didik yang dilepas diharapkan dapat membawa nama baik sekolah, Muhammadiyah, dan Indonesia selama mengikuti program di negeri Sakura tersebut.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar dialog pendidikan ini tidak berhenti sebagai pertemuan semata. Dialog diharapkan menjadi bagian dari penguatan kerja sama dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah dalam konteks pendidikan nasional. (Ali)
Editor : JTV Malang



















