Kepanjen, Malang - Pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan, dunia industri, dan kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University yang berkolaborasi dengan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Brantas di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada 9 Juli–14 Agustus 2026. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa hadir untuk memperkuat implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah dijalankan perusahaan agar semakin berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah sekitar operasionalnya.
Di Desa Sengguruh, program TJSL PT PLN Nusantara Power UP Brantas telah membina dua kelompok utama, yakni Kelompok Batik Sengguruh dan Sekolah Alam Madrasah Ibtidaiyah Bilingual Al Ikhlas (MIBA). Kedua mitra ini memiliki potensi yang besar, namun masih memerlukan penguatan kapasitas pada sejumlah aspek agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Melalui KKNT Inovasi, mahasiswa IPB University berperan sebagai pendamping teknis dan fasilitator yang menjembatani penerapan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Pada Batik Sengguruh, mahasiswa mendukung penguatan tata kelola usaha melalui pendampingan pencatatan keuangan digital berbasis SIAPIK, pendampingan pemasaran, pelatihan service excellence, serta penyusunan layout dan display showroom untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan daya saing usaha. Sementara itu, di Sekolah Alam MI Bilingual Al Ikhlas, mahasiswa mengembangkan program penghijauan sekolah melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman, pembelajaran pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), serta digitalisasi administrasi perpustakaan menggunakan sistem QR Code guna mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah yang lebih efektif.
Selain pada kedua kelompok binaan tersebut, pemberdayaan masyarakat Desa Sengguruh juga dilakukan melalui program pemanfaatan limbah sampah organik menjadi cairan serbaguna (eco enzyme). Pratik pembuatan eco enzyme ini melibatkan masyarakat Desa Sengguruh, ibu-ibu PKK, pengurus Bank Sampah, dan juga siswa SMPN 5 Kepanjen. Melalui praktik pembuatan eco enzyme ini, diharapkan agar masyarakat dan akademisi dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi produk yang bernilai guna, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular di Desa Sengguruh.
Seluruh rangkaian pendampingan dan pelatihan tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan mitra sehingga memperkuat program TJSL yang telah berjalan. Kolaborasi antara IPB University dan PT PLN Nusantara Power UP Brantas menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas UMKM, peningkatan kualitas layanan pendidikan, serta pengembangan literasi lingkungan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sengguruh sekaligus memperkuat dampak program TJSL yang telah dibangun. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa hadir sebagai agen perubahan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat demi mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. (*)



















