Mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga (Unair) sukses menggelar kegiatan pelatihan aquaponic di Balai Desa Bangorejo, Bangorejo, pada Jumat (24/7/2026). Dengan wajah penuh antusias, ibu-ibu kader PKK berkumpul untuk menyaksikan demo pembuatan media budidaya dari barang bekas yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.
Program kerja aquaponic ini memang terbilang cukup sederhana, tetapi memiliki dampak yang berarti. Hanya dengan sepasang galon air mineral bekas sekali pakai dan sebuah marang, tim KKN-BBK 8 dapat menunjukkan cara membuat sistem mini pertanian-perikanan. Ikan lele dan tanaman kangkung dipilih karena hidup dalam satu siklus yang dapat saling menguntungkan : kotoran ikan menjadi pupuk alami bagi kangkung, sementara akar kangkung membantu membersihkan kualitas air untuk ikan.
Wely satria, mahasiswa yang bertugas menjadi PIC (Penanggungjawab) kegiatan, menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan harapan dapat mengatasi dua permasalahan sekaligus : pengelolaan sampah dan ketahanan pangan mandiri. “Aquaponic ini diharapkan menjadi salah satu jalan untuk pengelolaan sampah, terlebih limbah galon sekali pakai di Desa Bangorejo,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Pendampingan Tak Berhenti di Sesi Demo
Kegiatan tidak berhenti pada sesi demonstrasi. Setelah mengetahui bagaimana cara merakit media, perwakilan kader dari empat dusun Desa Bangorejo membawa satu unit media lengkap dengan anakan lele dan benih kangkung untuk dipraktekkan secara mandiri dirumah. Tim KKN-BBK 8 Unair berkomitmen untuk mendampingi warga, dalam upayanya memonitor perkembangan. Secara berkala, mahasiswa telah dan akan melakukan kunjungan ke rumah-rumah perwakilan kader untuk mengecek kondisi air, pertumbuhan tanaman, kesehatan ikan, sekaligus memberikan pakan dan nutrisi tambahan guna menunjang perkembangan.
“Kami tidak akan senang dengan hanya memberi alat dan bahan, setelah itu pergi tanpa ada monitoring. Yang penting bagi kami adalah, bagaimana program yang dilakukan memang memberikan dampak dan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” tambah Wely pada saat melakukan kunjungan terakhir sebagai penutup rangkaian program kerja bidang garap lingkungan pada Selasa (04/8/2026). Kunjungan monitoring ini juga menjadi momen saling berbagi pengalaman. Ada yang benih kangkungnya sudah berkecambah dalam waktu 2 hari, ada juga yang masih bergelut dengan kualitas air. Semua dicurahkan oleh para kader, dan menjadi bahan evaluasi bagi tim KKN-BBK 8.
Dukungan Terhadap SDGs
Program aquaponic ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 2 (Zero Hunger) dan nomor 12 (Responsible Consumption and Production). Pemanfaatan galon bekas sebagai media budidaya adalah wujud konsumsi yang mandiri dan bertanggung jawab. Setiap media yang disulap jadi aquaponic berarti ada satu pasang galon bekas yang tidak akan mencemari lingkungan.



















