BLITAR - Wisata Air Sumur Amber di Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, terus menunjukkan geliatnya. Destinasi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Podo Makmur tersebut tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Potensi wisata tersebut mendapat perhatian dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur. Kabid Pengembangan Usaha Desa DPMD Jatim Darmin bersama jajaran meninjau langsung kondisi Wisata Air Sumur Amber.
Dalam kunjungan tersebut, Darmin melihat sejumlah fasilitas wisata sekaligus meninjau sumber mata air yang menjadi daya tarik utama Sumur Amber. Ia juga menyempatkan bercengkerama dengan para pengunjung.
Sumur Amber sebelumnya telah meraih sejumlah prestasi. Salah satunya menjadi terbaik pertama kategori BUMDes Cepat Tumbuh dalam Lomba BUMDes Provinsi Jawa Timur 2024.
Baca Juga : Rumah dan Toko Ludes Terbakar di Blitar, Tiga Orang Satu Keluarga Alami Luka Bakar
Tak hanya itu, pengelolaan wisata tersebut juga memperoleh opini laporan keuangan tahun 2025 dengan predikat WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian.
Pada 2025, Sumur Amber juga menerima Bantuan Keuangan Khusus senilai Rp100 juta dari pemerintah. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana wisata.
Keberadaan Sumur Amber juga memberikan manfaat lebih luas. Selain menjadi destinasi wisata, aliran air dari sumber tersebut diarahkan menuju saluran irigasi yang digunakan masyarakat.
Baca Juga : Janji Perbaikan Belum Ditepati, Warga Karangrejo Tanam Pohon Lagi di Jalan Rusak
Kepala Desa Kandangan Wahyu Eko Nurdianto mengatakan, pengelolaan wisata oleh BUMDes turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa (PAD).
"Pada 2025, wisata ini mampu menyumbang PAD hingga Rp100 juta," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan wisata tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi warga. Puluhan masyarakat setempat kini terlibat sebagai tenaga pengelola maupun pedagang di kawasan wisata.
Baca Juga : Menjajal Jalur Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo Blitar
Fasilitas wisata terus dikembangkan. Selain kedai makanan dan berbagai fasilitas pendukung, pengelola juga menyiapkan petugas keamanan untuk memantau aktivitas pengunjung di tiga kolam yang tersedia.
Kolam tersebut memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter, 1,7 meter, 50 sentimeter, dan 1,2 meter. Pengelola menyebut fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pengunjung dari berbagai usia dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.
Daya tarik lainnya adalah air Sumur Amber yang dikenal sangat jernih dengan suasana kawasan yang sejuk. Kondisi tersebut membuat wisatawan tidak hanya datang untuk rekreasi, tetapi juga untuk melakukan terapi.
Baca Juga : 12 Perlintasan Liar Ditutup, KAI Daop 7 Madiun Lampaui Target Keselamatan 2026
Sebagian pengunjung meyakini air Sumur Amber dapat membantu mengatasi sejumlah penyakit kulit hingga gangguan pernapasan. Karena itu, pengelola membuka kawasan wisata sejak pukul 04.00 hingga 08.00 untuk pengunjung yang datang melakukan terapi.
Setelah itu, kawasan wisata kembali melayani wisatawan umum hingga sore hari.
Dari sisi ekonomi, keberadaan Sumur Amber juga dirasakan langsung oleh warga. Perputaran ekonomi tidak hanya berasal dari pedagang, tetapi juga dari jasa parkir, penyewaan ban, hingga penjualan oleh-oleh khas daerah.
Baca Juga : Festival Penyu Jolosutro 2026 Lepas Ratusan Tukik, Ribuan Telur Berhasil Diselamatkan
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pengelola kini menyiapkan rencana pengembangan baru. Salah satunya membuka wisata kuliner di atas air pada malam hari.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperpanjang waktu kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi BUMDes dan masyarakat Desa Kandangan. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri



















