BLITAR - Petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek menggelar tes urine dan ramp check di Terminal Trenggalek. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang momen Idul Fitri 2025.
Dalam pelaksanaan tes urine, petugas BNN Trenggalek mengambil 12 sampel dari sopir bus yang beroperasi di terminal tersebut. Hasilnya, satu sopir bus dinyatakan positif mengonsumsi benzodiazepine, zat yang biasanya ditemukan dalam obat penenang atau obat tidur. Menurut keterangan, sopir tersebut mengaku mengonsumsi obat maag yang diduga mengandung zat tersebut.
Selain tes urine, petugas juga melakukan ramp check pada bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP). Pemeriksaan meliputi uji KIR, kondisi fisik bus, hingga kelengkapan surat-surat kendaraan. Hasilnya, semua bus yang diperiksa dinyatakan layak jalan.
Sebelumnya, petugas juga melakukan ramp check pada 12 bus pariwisata. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 7 bus yang tidak layak jalan. Bus-bus tersebut diharuskan menjalani perbaikan sebelum diperbolehkan beroperasi kembali.
Baca Juga : Gesiapan Angkutan Mudik Lebaran 1446 H, Polresta Banyuwangi Bersama Forkopimda Gelar Ramp Check
Menurut Humas Terminal Trenggalek, Abdan Luthfi, saat ini belum terjadi lonjakan penumpang di terminal tersebut. Namun, diperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi saat arus balik usai libur Idul Fitri.
"Kami terus memantau dan memastikan kesiapan sarana dan prasarana di terminal untuk menghadapi peningkatan jumlah penumpang," ujar Luthfi.
Kegiatan tes urine dan ramp check ini merupakan upaya preventif untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang, terutama dalam menghadapi momen mudik Lebaran yang akan datang. Petugas berharap, dengan langkah ini, angka kecelakaan akibat kelalaian pengemudi atau kondisi kendaraan yang tidak layak dapat diminimalisir. (Hammam Defa)
Editor : JTV Kediri