Menu
Pencarian


Senyum Merekah Petani Tembakau Kendalbulur Tulungagung, Harga Jual Melonjak di Musim Kemarau

JTV Kediri - Senin, 28 September 2026 13:37
Senyum Merekah Petani Tembakau Kendalbulur Tulungagung, Harga Jual Melonjak di Musim Kemarau
Senyum Merekah Petani Tembakau Kendalbulur Tulungagung, Harga Jual Melonjak di Musim Kemarau

TULUNGAGUNG - Musim kemarau tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para petani tembakau di Tulungagung. Harga tembakau rajangan kering kini melambung tinggi hingga menembus angka Rp 130 ribu per kilogram, sekaligus tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Kesejahteraan tersebut dinikmati langsung oleh para petani tembakau di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Selain tembakau rajangan kering yang mencapai Rp 130 ribu per kilogram, harga daun tembakau basah di tingkat petani turut bersaing di kisaran Rp 1.500 hingga Rp 11 ribu per kilogram.

Harga tembakau ini bahkan diprediksi masih berpotensi merangkak naik setelah masa panen raya usai. Tingginya serapan tembakau ke pabrik dinilai mampu mengurangi stok di pasar lokal, sehingga harga jual berpotensi melompat hingga Rp 180 ribu per kilogram. Tercatat, luas lahan tanaman tembakau di Desa Kendalbulur musim ini mencapai 112 hektare.

Petani tembakau setempat, Endri Cahyono, mengungkapkan bahwa capaian harga tahun ini memberikan semangat tersendiri bagi para petani setelah bekerja keras merawat tanaman di tengah terik kemarau.

Baca Juga :   Luas Tanam Tembakau di Magetan Turun hingga 50 Persen, Petani Beralih ke Tanaman Lain

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto menyebutkan bahwa mayoritas petani di wilayahnya membudidayakan tembakau varietas gagang sidi, sementara sebagian lainnya menanam varietas rejeb. Ia menegaskan, harga Rp 130 ribu per kilogram merupakan rekor tertinggi di Tulungagung, jauh melampaui harga pasaran di berbagai daerah lain di Jawa Timur yang umumnya berkisar di angka Rp 80 ribu per kilogram.

"Harga 130 ribu rupiah per kilogram menjadi harga tertinggi di Tulungagung, sementara di sejumlah daerah lain di Jawa Timur berkisar 80 ribu rupiah per kilogram," ujar Suyanto.

Kendati tengah menikmati lonjakan harga yang menggiurkan, para petani di lapangan tetap harus waspada. Pasalnya, ancaman serangan penyakit layu fusarium masih menghantui. Penyakit ini dapat menyebabkan tanaman tembakau mati mendadak, sementara hingga kini belum tersedia pestisida khusus yang ampuh untuk menangkal serangannya. ( Agus Bondan / Benny Setiawan )

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.