NGAWI - Harga cabai rawit di Kabupaten Ngawi kembali mengalami kenaikan pasca Lebaran 2026. Setelah sempat turun hingga Rp50 ribu per kilogram, kini harga cabai rawit merangkak naik menjadi sekitar Rp67 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini terjadi dalam lima hari terakhir. Meski demikian, kondisi pasokan cabai di pasaran masih tergolong aman.
Salah satu pedagang di Pasar Besar Ngawi, Suprapto, mengatakan bahwa selain cabai rawit, harga cabai keriting juga berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh banyaknya komoditas yang mengalami kerusakan akibat faktor cuaca, sehingga berdampak pada jumlah pasokan yang masuk ke pasar.
Baca Juga : Lelang Perbaikan 7 Sekolah di Ngawi Kembali Gagal, Pemkab Buka Ulang Proses
“Banyak cabai yang rusak karena cuaca, jadi mempengaruhi harga. Tapi untuk stok masih aman,” ujarnya.
Suprapto menambahkan, pasokan cabai didatangkan dari berbagai daerah, seperti Tuban, Kediri, Magetan, dan wilayah lainnya. Dalam kondisi normal, ia mampu menjual hingga satu kuintal cabai rawit per hari.
Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas tomat. Dari sebelumnya sekitar Rp9 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp14 ribu per kilogram.
Baca Juga : Perang Timur Tengah Belum Berdampak pada Iklim Investasi di Ngawi
Kenaikan sejumlah bahan pangan ini diharapkan tetap terkendali, sehingga tidak terlalu membebani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Editor : JTV Madiun



















