Menu
Pencarian


RSPAL dr. Ramelan Gelar Simposium Penyakit Metabolik, Bahas Lonjakan Kasus Diabetes di Indonesia

Portaljtv.com - Minggu, 2 Agustus 2026 07:31
RSPAL dr. Ramelan Gelar Simposium Penyakit Metabolik, Bahas Lonjakan Kasus Diabetes di Indonesia
Kepala RSPAL dr. Ramelan Surabaya, Laksamana Pertama TNI Mukti Fahimi, menyampaikan sambutan dalam pembukaan Metabolic Ramelan Symposium (MRS) 2026. (Foto: Novasari)

SURABAYA - Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya menggelar Metabolic Ramelan Symposium (MRS) 2026 di Aula Gedung Pulau Miangas, Sabtu (1/8/2026). Simposium ilmiah tahunan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam menghadapi meningkatnya kasus penyakit metabolik, terutama diabetes melitus (DM).

Selain diabetes, kegiatan bertajuk Metabolic Diseases at Ramelan Hospital Symposium (MRS) ini juga membahas penanganan hipertensi, obesitas, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang kini menjadi tantangan kesehatan global.

Kepala RSPAL dr. Ramelan Surabaya, Laksamana Pertama TNI Mukti Fahimi, mengatakan penyelenggaraan MRS menjadi bagian dari persiapan RSPAL sebagai rumah sakit pusat pendidikan sekaligus menyambut Hari Jadi RSPAL dr. Ramelan.

Melalui simposium ini, RSPAL menyiapkan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dan dokter spesialis agar siap menjadi tenaga pengajar ketika program pendidikan spesialis penyakit dalam berbasis rumah sakit (Hospital Based) mulai dibuka pada 2027 di bawah Kementerian Kesehatan.

Menurut Mukti, penyakit metabolik kini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak.

Di RSPAL dr. Ramelan sendiri, sekitar 70 persen dari rata-rata 1.500 pasien yang datang berobat setiap hari merupakan pasien dengan penyakit metabolik, seperti diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal.

"Perkembangan ilmu kedokteran berlangsung sangat cepat sehingga tenaga medis harus terus memperbarui pengetahuan dan mengikuti perkembangan terapi terbaru," ujar Mukti.

Ia berharap melalui MRS 2026, para dokter dapat memahami paradigma dan terapi terkini dalam penanganan penyakit metabolik sehingga kualitas pelayanan kepada pasien terus meningkat.

Selain menjadi persoalan kesehatan, diabetes juga menimbulkan dampak ekonomi yang besar. Biaya perawatan yang tinggi serta hilangnya produktivitas kerja akibat penyakit ini menjadi beban yang tidak ringan bagi masyarakat maupun negara.

Karena itu, Mukti menekankan bahwa upaya pencegahan diabetes memerlukan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Penanganan penyakit metabolik juga membutuhkan kolaborasi berbagai profesi kesehatan, mulai dari dokter, perawat, ahli gizi, hingga tenaga kesehatan lainnya.

Sebagai rumah sakit dengan fasilitas, sumber daya manusia, dan peralatan medis yang lengkap, RSPAL dr. Ramelan berkomitmen terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan guna mendukung penanganan penyakit metabolik secara komprehensif. (Novasari)

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.