MAGETAN - Aktivitas perdagangan di lantai dua Pasar Baru Magetan, Jawa Timur, masih sepi meski revitalisasi telah dilakukan secara bertahap sejak 2019 hingga 2023. Persaingan dengan toko daring atau belanja online dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan aktivitas jual beli di pasar konvensional tersebut.
Sejumlah kios di lantai dua yang didominasi pedagang konveksi dan pakaian kini tidak lagi seramai yang diharapkan. Bahkan, sebagian kios dilaporkan telah tutup seiring perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mudah bertransaksi secara daring.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyebut kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Magetan, tetapi juga dialami sejumlah pusat perdagangan di kota-kota besar. Pemerintah Kabupaten Magetan kini berupaya mencari daya tarik baru untuk mendorong masyarakat kembali berkunjung dan berbelanja di Pasar Baru.
Revitalisasi Pasar Baru Magetan sebelumnya dilaksanakan dalam empat tahap selama 2019 hingga 2023. Pembenahan mencakup penataan bangunan dan fasilitas, pembangunan area kuliner, serta perbaikan lorong dan kios. Namun, pembaruan fisik tersebut belum sepenuhnya meningkatkan aktivitas perdagangan, terutama di lantai dua.
Baca Juga : Tawarkan Vibes Heritage, Pasar Banyuwangi Kini Jadi Jujugan Anak Muda Saat Malam Hari
Upaya menghidupkan kembali kawasan pasar kini mulai diarahkan pada penambahan ruang usaha dan hiburan yang dapat menarik lebih banyak pengunjung, khususnya generasi muda. Di lantai bawah, sejumlah kedai kopi dan usaha kuliner mulai bermunculan untuk menambah pilihan bagi masyarakat yang datang ke pasar.
Selain itu, rencana menghadirkan bioskop di Gedung Kesenian Mahendra diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan di kawasan Pasar Baru Magetan. Meski demikian, peningkatan jumlah pengunjung masih perlu diikuti dengan upaya mendorong transaksi agar turut berdampak pada penjualan pedagang, termasuk mereka yang bertahan di lantai dua.
Dengan demikian, revitalisasi Pasar Baru tidak hanya bergantung pada pembenahan bangunan, tetapi juga pada keberlanjutan aktivitas usaha dan kemampuan pasar beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
Editor : JTV Madiun























