MOJOKERTO - Ratusan rumah di Kecamatan Mojosari dan Pungging, Kabupaten Mojokerto terendam banjir pada Sabtu (3/1/2026) sore.
Ketinggian banjir bervariasi mulai 30 cm hingga 60 cm. Tujuh rumah terdampak dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Sementara genangan di jalan dusun mencapai 50 hingga 60 sentimeter.
Banjir terjadi saat hujan deras mengguyur Kecamatan Pungging dan Mojosari sejak pukul 15.30 WIB. Banjir luapan pertama terjadi di Dusun Wonokusumo RT 12 RW 03, Desa Wonokusumo, Kecamatan Mojosari.
Intensitas hujan yang tinggi ini mengakibatkan saluran irigasi dan sungai meluap. Tidak hanya di Mojosari, banjir juga merendam Dusun Punggingkrisik, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging.
"Hujan deras di kawasan Mojosari-Pungging dan sekitarnya menyebabkan sungai yang melintasi dusun tersebut meluap ke permukiman warga. Di lokasi ini, banjir merendam sekitar 10 rumah di RT 02 RW 09 serta sekitar 120 rumah di RT 01, 02, dan 03 RW 10," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Minggu (4/1/2026).
Abdul Khakim membenarkan banjir akibat saluran irigasi tak mampu menampung debit air.
"Saluran irigasi tidak mampu menampung besarnya debit air, ditambah adanya sumbatan sampah, sehingga air meluap ke jalan dusun dan permukiman warga," ungkapnya.
Pasca banjir, personel BPBD bersama Polsek, Koramil, relawan FPRB, dan warga setempat langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pemantauan kondisi. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian materiil yang cukup banyak.
BPBP Kabupaten Mojokerto terus mengimbau masyarakat untuk waspada mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus terjadi di Bulan Januari 2026. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















