Menu
Pencarian


Puluhan Atlet Panjat Tebing Iringi Pemakaman Safriel Korban Karhutla Bromo

Farid Fahlevi - Jumat, 16 Oktober 2026 10:30
Puluhan Atlet Panjat Tebing Iringi Pemakaman Safriel Korban Karhutla Bromo
Suasana pemakaman Sefriel Ardiansyah, atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang meninggal dunia dalam peristiwa karhutla di kawasan Gunung Bromo. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo. Sefriel Ardiansyah, atlet panjat tebing berusia 19 tahun yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, dimakamkan pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026.

Kepergian Sefriel menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga Kota Probolinggo. Selain dikenal sebagai atlet berprestasi, almarhum juga aktif membantu melatih atlet-atlet junior di sela kesibukannya bekerja sebagai karyawan Hotel ARTOTEL.

Pelatih FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi, mengenang Sefriel sebagai sosok yang memiliki kepribadian baik dan peduli terhadap perkembangan atlet muda. Kehadirannya selama ini tidak hanya dibutuhkan sebagai atlet, tetapi juga sebagai rekan berlatih yang mampu memberikan semangat kepada juniornya.

“Bagi kami, Sefriel bukan hanya seorang atlet. Dia juga bagian dari keluarga besar panjat tebing Kota Probolinggo. Kehilangan ini tentu menjadi duka mendalam bagi kami,” ujar Iwan.

Baca Juga :   Atlet Panjat Tebing Probolinggo Sefril Ardiansyah Jadi Korban Karhutla Bromo

Menurut Iwan, Sefriel memiliki semangat besar dalam menekuni olahraga panjat tebing. Di tengah kesibukannya bekerja, ia tetap menyempatkan diri untuk berlatih dan membantu juniornya ketika memiliki waktu luang.

“Dia tetap menyempatkan diri untuk melatih adik-adik juniornya ketika libur bekerja. Itu menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan panjat tebing di Kota Probolinggo,” ungkapnya.

Prestasi Sefriel juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi FPTI Kota Probolinggo. Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2023 dan 2025, ia berhasil meraih medali perak.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya. FPTI Kota Probolinggo telah mempersiapkan Sefriel untuk kembali berlaga pada Porprov Jawa Timur 2027.

“Dia merupakan salah satu atlet yang kami persiapkan untuk Porprov 2027. Kami tentu berharap dia bisa kembali memberikan prestasi terbaik untuk Kota Probolinggo,” kata Iwan.

Bahkan, pada Porprov Jawa Timur 2027 mendatang, FPTI Kota Probolinggo menargetkan medali emas melalui nomor lead dan boulder. Sefriel diharapkan menjadi salah satu atlet yang mampu memperkuat peluang pencapaian target tersebut.

Namun, harapan itu kini harus pupus setelah Sefriel meninggal dunia dalam peristiwa karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis, 15 Oktober 2026.

“Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi kami. Bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena kepribadiannya dan semangatnya dalam membantu atlet-atlet junior,” tutur Iwan.

Jenazah Sefriel dimakamkan di pemakaman umum wilayah Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Sejumlah tetangga, keluarga, dan rekan-rekan atlet turut mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

Suasana haru mengiringi prosesi pemakaman atlet muda tersebut. Kepergian Sefriel meninggalkan duka mendalam sekaligus kenangan tentang perjuangan dan dedikasinya terhadap olahraga panjat tebing.

Sementara itu, dua korban lain yang mengalami luka dalam peristiwa karhutla di kawasan Bromo dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.