Menu
Pencarian


Pulihkan Cikar Mbah Gleyor dari Vandalisme, Petugas Gunakan Cairan Alami dari Tumbuhan

JTV Kediri - Senin, 14 September 2026 14:55
Pulihkan Cikar Mbah Gleyor dari Vandalisme, Petugas Gunakan Cairan Alami dari Tumbuhan
Pulihkan Cikar Mbah Gleyor dari Vandalisme, Petugas Gunakan Cairan Alami dari Tumbuhan. ( Foto : Muhammad Zainurofi )

KEDIRI - Benda bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda, Cikar Mbah Gleyor, yang sempat menjadi korban aksi vandalisme akhirnya mulai dibersihkan. Proses pemulihan pedati kuno yang berlokasi di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri ini dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak material aslinya.

Aksi corat-coret oleh oknum tidak bertanggung jawab itu diketahui terjadi pada 31 Juli 2026 lalu. Akibatnya, seluruh bagian roda di sisi kanan dan kiri, serta bagian badan pedati yang menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat di era kolonial tersebut penuh dengan noda cat.

Untuk mengembalikan wujud aslinya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur turun langsung melakukan observasi dan pembersihan. Sebanyak dua tenaga ahli dari BPK Jawa Timur dibantu empat juru pelihara dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri dikerahkan setiap hari.

Pembersihan dilakukan secara teliti dan seksama agar upaya menghilangkan cat tidak justru merusak struktur asli kayu pedati. Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Kediri Sigit Widiatmoko menjelaskan, proses pembersihan ini membutuhkan penanganan khusus dan sangat menghindari bahan kimia keras.

Baca Juga :   Korban Keracunan MBG di Kediri Meluas Jadi 37 Siswa, 10 Anak Dirawat Intensif di RSUD Gambiran

"Bahan yang kami gunakan dalam proses pembersihan ini adalah alkohol dan juga cairan alami dari tumbuh-tumbuhan. Cairan alami itu digunakan untuk membantu melonggarkan cat yang menempel pada permukaan kayu," terang Sigit Widiatmoko.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi berharap masyarakat bisa ikut menjaga warisan masa lalu tersebut. Cikar Mbah Gleyor sendiri saat ini telah masuk dalam tahap inventarisasi benda bernilai budaya, meski proses penetapannya sebagai cagar budaya secara resmi belum sepenuhnya selesai. ( Muhammad Zainurofi )

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.