MAGETAN - Pemerintah Kabupaten Magetan menyiagakan 150 personel gabungan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama musim penghujan. Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan apel tanggap darurat di halaman Polres Magetan, Rabu (4/11/2026), dengan melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga dunia usaha.
Kapolres Magetan, AKBP Bagas Sancoyoning Aji, menyampaikan bahwa langkah antisipasi dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan bencana. Selain itu, personel Bhabinkamtibmas diterjunkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras.
Berdasarkan pemetaan BPBD Magetan, Kecamatan Poncol, Plaosan, dan Panekan masuk kategori rawan tanah longsor. Sementara itu, Kecamatan Kartoharjo menjadi salah satu wilayah yang diwaspadai terhadap potensi banjir dan angin kencang.
Untuk mengurangi risiko bencana, pemerintah daerah melakukan pemeriksaan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang serta normalisasi saluran air melalui Dinas PUPR. Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, menyebutkan bahwa musim penghujan diprediksi berlangsung hingga Februari 2027.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca, tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang, serta menjauhi bantaran sungai. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana.
Kapolres Magetan, AKBP Bagas Sancoyoning Aji, menyampaikan bahwa langkah antisipasi dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan bencana. Selain itu, personel Bhabinkamtibmas diterjunkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras.
Berdasarkan pemetaan BPBD Magetan, Kecamatan Poncol, Plaosan, dan Panekan masuk kategori rawan tanah longsor. Sementara itu, Kecamatan Kartoharjo menjadi salah satu wilayah yang diwaspadai terhadap potensi banjir dan angin kencang.
Untuk mengurangi risiko bencana, pemerintah daerah melakukan pemeriksaan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang serta normalisasi saluran air melalui Dinas PUPR. Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, menyebutkan bahwa musim penghujan diprediksi berlangsung hingga Februari 2027.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca, tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang, serta menjauhi bantaran sungai. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana.
Editor : JTV Madiun



















