KOTA MALANG - Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang terus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan dengan menghadirkan dua gedung baru, Darunnajah dan Darussyifa. Kedua gedung yang memiliki total 18 lantai tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, Minggu (1/11/2026).
Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya RSI Aisyiyah Malang memperluas layanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Gedung Darussyifa dibangun setinggi 10 lantai dan difungsikan sebagai pusat pelayanan rawat jalan. Sementara Gedung Darunnajah memiliki delapan lantai yang diperuntukkan bagi kebutuhan manajemen rumah sakit.
Ketua Panitia Pembangunan, Dr. dr. Answoco Andyk, menjelaskan pembangunan kedua gedung melibatkan berbagai pihak, mulai dari konsultan, kontraktor, hingga dukungan PP Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Malang.
Baca Juga : Muhammadiyah Jatim Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Aceh dan Sumatera Utara
“Pembangunan dua gedung ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari konsultan, kontraktor, hingga dukungan penuh dari PP Muhammadiyah dan pemerintah kota. Gedung Darussyifa terdiri dari 10 lantai yang diperuntukkan sebagai gedung pelayanan rawat jalan, sementara Gedung Darunnajah terdiri dari delapan lantai yang diperuntukkan untuk manajemen,” jelas Andyk.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Haedar Nashir bersama jajaran Muhammadiyah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta Direktur RSI Aisyiyah Malang. Dalam kesempatan tersebut, turut diresmikan pembangunan taman dan fasilitas baru rumah sakit.
Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah pembangunan jembatan penghubung antargedung. Haedar Nashir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang atas dukungan dalam upaya pembangunan jembatan tersebut, yang disebut menjadi fasilitas pertama di lingkungan rumah sakit itu.
Haedar menegaskan, pengembangan rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah harus tetap berorientasi pada misi pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, rumah sakit tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Rumah sakit bukan sekadar mencari uang, tetapi juga melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kita,” ungkap Haedar.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, termasuk pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan. Menurutnya, rumah sakit harus terus berbenah agar masyarakat mendapatkan layanan yang semakin baik.
“Kita harus memberikan pelayanan BPJS yang lebih baik untuk masyarakat. Kedua, konsen pada kualitas pelayanan. Rumah sakit bukan hanya untuk orang sakit, tetapi kalau bisa juga untuk mencegah orang sakit. Kita ingin meningkatkan pelayanan kesehatan agar citra rumah sakit tidak jelek,” tuturnya.
Usai peresmian, Haedar Nashir bersama rombongan meninjau langsung kedua gedung baru untuk melihat fasilitas serta sarana pelayanan yang telah disiapkan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PDM Kota Malang Prof. Dr. Abdul Haris, Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta mantan Wali Kota Malang Moch. Anton dan Sutiaji, bersama jajaran Muhammadiyah dan manajemen RSI Aisyiyah Malang. (Aan)
Editor : JTV Malang























