NGAWI - Sejumlah desa di Kabupaten Ngawi mulai mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi mengusulkan pembangunan 10 sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Usulan tersebut disampaikan Pemkab Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP). Pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi desa-desa yang selama ini menjadi wilayah langganan kekeringan setiap musim kemarau.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKP Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengatakan sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, Pemkab Ngawi mengajukan permohonan bantuan dana siap pakai kepada BNPB untuk pembangunan sumur bor.
Menurut Pipit, 10 desa yang diusulkan merupakan wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Dengan adanya sumur bor, kebutuhan air masyarakat diharapkan dapat terpenuhi dan ketergantungan terhadap distribusi air bersih dapat dikurangi.
Baca Juga : TPA Milangasri Masih Mengepul, DLH Magetan Imbau Warga Tak Sembarangan Membakar
Pelaksanaan pembangunan sumur bor nantinya akan melibatkan pihak TNI. Sementara itu, pemerintah daerah akan menerima hasil pekerjaan setelah pembangunan selesai dilaksanakan.
Pemkab Ngawi berharap usulan tersebut dapat segera mendapatkan persetujuan sehingga pembangunan sumur bor bisa direalisasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Saat ini, jumlah desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Ngawi terus bertambah. Tercatat delapan desa mengalami kesulitan air bersih dan masih mendapatkan bantuan distribusi atau dropping air dari BPBD Ngawi bersama sejumlah instansi terkait.
Baca Juga : Si Jago Merah Lahap Gunung Prongos, 5 Hektare Hutan Hangus
Penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih tetap dilakukan, sembari pemerintah daerah mengupayakan solusi jangka panjang melalui pembangunan sumber air baru.
Editor : JTV Madiun



















