LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan tidak akan membangun kembali SD Negeri Supiturang 2 yang ambruk diterjang erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 lalu. Seluruh siswa akan diregrouping atau digabungkan ke sekolah lain di luar zona merah, yakni ke SD Negeri Supiturang 1, Kecamatan Pronojiwo.
Sebanyak 94 siswa SD Negeri Supiturang 2 kini dipastikan tetap bisa melanjutkan kegiatan belajar mengajar tanpa harus menunggu pembangunan sekolah baru. Kebijakan regrouping ini dipilih karena lokasi sekolah lama berada di wilayah berstatus zona merah rawan bencana.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan keselamatan siswa sekaligus menjamin hak pendidikan tetap berjalan.
Baca Juga : Hari ke 5 Pengungsian Keluhkan Batuk, Pilek, Diare
“Tidak ada satu pun anak-anak yang tidak bersekolah. Hari ini anak-anak SD Supiturang 2 sudah bisa melakukan proses belajar mengajar di SD Supiturang 1. Nantinya, kami tidak akan membangun sekolah itu lagi di lokasi yang sama karena kawasan zona merah, namun akan kita perbaiki dan sesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Selain demi faktor keselamatan, kebijakan regrouping juga menjadi langkah konkret agar proses pendidikan tidak mengalami penundaan akibat bencana. Ke depan, Pemkab Lumajang akan meningkatkan kapasitas SD Negeri Supiturang 1 agar mampu menampung tambahan siswa dari SD Negeri Supiturang 2.
Diketahui sebelumnya, bangunan SD Negeri Supiturang 2 yang berada di Blok Kamar A, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, lenyap tanpa sisa akibat dahsyatnya erupsi Semeru pada 19 November 2025. Sejak saat itu, aktivitas belajar mengajar tidak lagi dapat dilakukan di lokasi tersebut. (Fadillah Putri)
Baca Juga : Warga Terdampak Erupsi Semeru Mulai Selamatkan Barang dari Rumah
Editor : M Fakhrurrozi



















