SUMENEP - Hingga pertengahan bulan suci Ramadan, harga daging ayam potong di Pasar Anom, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih bertahan di angka Rp48 ribu per kilogram. Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat dan membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional terpantau sepi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana pasar yang biasanya ramai menjelang waktu berbuka kini terlihat lengang. Sejumlah lapak pedagang dipenuhi stok ayam yang belum terjual. Minimnya pembeli membuat pedagang terpaksa menyimpan dagangan lebih lama, dengan risiko kualitas daging menurun.
Salah satu pedagang ayam potong eceran, Nurhayati, mengaku kenaikan harga sudah terasa sejak awal Ramadan dan hingga kini belum mengalami penurunan.
Menurutnya, harga yang tetap tinggi membuat sebagian masyarakat mengurangi konsumsi ayam dan memilih beralih ke komoditas lain yang dinilai lebih terjangkau.
“Kalau harga begini terus nanti semakin sepi,” kata Nurhayati, Rabu (4/3/2026).
Para pedagang juga mengkhawatirkan potensi kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Jika harga kembali naik, mereka memperkirakan konsumen akan semakin selektif dalam berbelanja dan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing.
Dengan harga yang masih stagnan di tengah momentum Ramadan, baik pedagang maupun masyarakat berharap adanya kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga daging ayam potong agar tidak semakin memberatkan warga. (Fawas Irfani)
Editor : JTV Madura



















