SURABAYA - Maraknya kasus pencurian sepeda motor yang masih sering terjadi, termasuk di Surabaya, tim dosen Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya meluncurkan sistem keamanan sepeda motor (Sikemo) yang berguna untuk mencegah pencurian sepeda motor yang sering terjadi di masyarakat.
"Sistem ini dibuat untuk memberikan rasa aman pada pemilik motor meskipun motor dalam keadaan mati, namun sistem masih menyala selama terhubung dengan jaringan internet," kata salah satu dosen pembuat Sikemo, Ismail, pada wartawan, Rabu ( 6/9/2023)
Dimas Novian, Dosen Teknik Elektro, yang juga ikut membuat Sikemo mengatakan sistem ini memakai sembilan perangkat yang dirangkai menjadi satu alat dan memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan pertama yaitu on/off motor memakai kartu akses yang bisa diduplikasi pemilik.
Kemudian jika kendaraan masih bisa dinyalakan pencuri, maka pemilik bisa mematikan motor melalui gawai. Selain itu juga terdapat sistem yang mendata pengguna motor berdasarkan kartu aksesnya berdasarkan tanggal hingga jam penggunaannya.
Baca Juga : Ubhara Surabaya Gelar Wisuda, Momentum Kontribusi untuk Bangsa
"Ada kamera juga yang mengambil gambar pengemudi dan lingkungan sekitarnya. Misalkan dicuri, bisa langsung diketahui wajah pencurinya dari tangkapan kamera yang terhubung dengan gadget. Untuk kamera lingkungan juga mempermudah tracking motor dibawa ke mana saja," ujar Dimas.
Selain itu, Tracking juga bisa dilakukan pada motor karena sistem GPS yang terpasang, sehingga bisa diketahui lokasi motor jika dicuri atau bahkan jika dibawa ke penadah pencurian motor. Untuk perancangan sistem ini melalui riset dan produksi hingga dua bulan dan ke depan bisa diproduksi hingga instalasi ke motor hanya dalam waktu satu bulan.
"Alat ini bersifat universal ya, jadi juga bisa diterapkan di mobil-mobil. Untuk harga yang berkisar antara Rp 1,7 juta sampai Rp2 juta tadi itu," tuturnya.
Baca Juga : Tingkatkan Partisipasi Gen Z, Ubhara Surabaya dan Diskominfo Jatim Gelar Seminar Literasi Demokrasi Digital
Rektor Ubhara, Anton Setiadji, mengungkapkan kejadian curanmor memang tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat, bahkan pihak kepolisian juga kerap kehilangan kendaraannya. Untuk itu inovasi dalam pencegahan tindak kriminal ini sangat dibutuhkan.
"Inovasi ini sebagai bentuk tridharma perguruan tinggi kami. Banyak lagi inovasi mahasiswa kami yang kini terus kami kembangkan," ujarnya.
Ia pun berharap inovasi para dosen dan mahasiswa ini bisa dikembangkan lebih masif dan diaplikasikan di lingkungan masyarakat.(Selvi Wang)
Editor : M Fakhrurrozi