Seratusan warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pelabuhan ASDP Ketapang, Senin (28 September 2026).
Aksi ini merupakan bentuk luapan amarah warga karena kemacetan yang rutin terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Aktivitas dan perkonomian warga terganggu umbas kemacetan berulang itu.
Terbaru kemacetan terjadi sejak Sabtu (26 September 2026) dan berlangsung hingga hari ini Senin (28 September 2026). Hingga sore pukul 14.30 WIB macet masih mengular sejauh 11 kilometer.
"Ini gimana macet terus. Mau sampai kapan, ini jalan nasional bukan jalan hanya untuk ASDP. Hak warga terenggut karena macet terus-terusan ini," teriak Buang, salah satu warga yang ikut unjuk rasa.
Baca Juga : Macet Berulang Ratusan Warga Ketapang Geruduk Pelabuhan
Puncak amarah warga terjadi belakangan ini. Istri warga yang mengalami kritis tidak dapat dibawa ke fasilitas kesehatan dengan ambulans. Warga itu dievakuasi dengan sepeda motor. Nahasnya warga itu meninggal dunia dalam di atas motor tersebut.

"Ini sudah miris sekali. Mau sampai kapan kami warga disiksa begini. Ini sudah parah istri saya meninggal diatas motor," tambah Panjul, suami korban yang meninggal diatas motor.
Baca Juga : Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, BHS Tawarkan Solusi Potong Waktu Bongkar Muat Jadi 15 Menit
Selain dari sisi itu, ekenomi warga juga melemah karena demo. Siswa-siswa yang hendak sekolah juga terhambat karena peristiwa ini.
Warga mendesak agar kemacetan ini terurai dalam tiga hari. Bila tidak terurai warga mengancam akan memblokir dan melumpuhkan pelabuhan.
Oleh stakeholder kepelabuhaan, warga diajak bermediasi. General Manager ASDP Ketapang, Media Syahrianto meminta maaf atas peristiwa yang terjadi tersebut.
Baca Juga : KMP Trisila Bakti III Hadir Perkuat Layanan di Lintasan Ketapang-Gilimanuk
Selama kemacetan terjadi, ASDP tidak hanya tinggal diam. Pihaknya bersama lintas stakeholder terus berupaya mencari solusi dan mempercepat agar kemacetan ini segera terurai dan tidak terjadi lagi.
"Kami juga meminta tolong, ayo masyarakat juga bantu kami agar kemacetan ini segera selesai," ujar Media.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















