MADIUN - Sebanyak 100 relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) dari 28 kelurahan di Kota Madiun mengikuti simulasi penyelamatan dan evakuasi korban bencana air di Sungai Bengawan Madiun, Kamis (24/9/2026).
Pelatihan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya banjir dan kondisi darurat di wilayah perairan.
Sebagian peserta berasal dari wilayah yang memiliki risiko terdampak banjir. Mereka dibekali berbagai keterampilan penanganan korban di medan air agar dapat memberikan pertolongan secara cepat saat terjadi keadaan darurat.
Dalam simulasi tersebut, relawan mendapatkan materi penggunaan peralatan water rescue, teknik penyelamatan korban di perairan, serta prosedur evakuasi. Peserta juga dilatih melakukan resusitasi jantung paru (RJP) sebagai pertolongan awal terhadap korban dalam kondisi darurat.
Baca Juga : Tembus 14,9 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Jadi Motor Utama UMKM Indonesia Naik Kelas
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Deddy Purnomo Santoso, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kota Madiun.
Salah seorang peserta, Santoso, juga mengikuti langsung berbagai tahapan simulasi penyelamatan dan evakuasi yang diberikan oleh tim pelatih.
BPBD Kota Madiun berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kemampuan relawan dalam merespons kejadian bencana secara cepat dan tepat. Dengan keterampilan yang dimiliki, relawan diharapkan mampu membantu proses penyelamatan dan evakuasi sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Editor : JTV Madiun























