KEDIRI - Insiden dugaan keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kediri kian meluas. Hingga Kamis malam, jumlah siswa yang menjadi korban bertambah drastis mencapai 37 anak, dengan 10 di antaranya terpaksa menjalani perawatan medis intensif di RSUD Gambiran Kota Kediri.
Puluhan siswa yang terdampak tersebut diketahui berasal dari sejumlah sekolah dasar yang berbeda. Selain SDN Kampungdalem 3, rentetan insiden ini juga menimpa para murid di SDN Kampungdalem 4 dan SDN Kaliombo. Mereka serempak mengeluhkan gejala pusing, mual, perut terasa panas, hingga muntah-muntah usai menyantap sajian MBG.
Merespons eskalasi kasus tersebut, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turun langsung menjenguk para siswa yang tengah dirawat di RSUD Gambiran pada Kamis malam. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung penuh oleh Pemerintah Kota Kediri.
"Kami memastikan pemantauan medis dilakukan secara ketat oleh tim dokter agar kondisi anak-anak segera membaik. Selain penanganan medis, pendampingan psikologis juga kami siapkan bagi anak-anak agar mereka tidak mengalami trauma," ungkap Vinanda Prameswati.
Baca Juga : Korban Keracunan MBG di Kediri Meluas Jadi 37 Siswa, 10 Anak Dirawat Intensif di RSUD Gambiran
Buntut dari kejadian luar biasa ini, Pemkot Kediri mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai menu MBG ke sekolah-sekolah tersebut. Pemkot Kediri juga akan segera mengkoordinasikan hasil investigasi dan evaluasi di lapangan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pihak yang berwenang.
Ke depannya, pengawasan terhadap seluruh rantai proses penyediaan MBG di Kota Kediri akan diperketat. Evaluasi menyeluruh akan menyasar pada kebersihan dapur, standar sanitasi, hingga kelayakan bahan baku guna memastikan insiden serupa tidak kembali terulang. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















