Menu
Pencarian


Kopdes Pangkas Rantai Pasok, Petani Diproyeksi Raup Rp263 Triliun

Portaljtv.com - Rabu, 29 Juli 2026 15:32
Kopdes Pangkas Rantai Pasok, Petani Diproyeksi Raup Rp263 Triliun
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Selasa (28/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Devira P.)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) memiliki peran krusial dalam memangkas rantai pasok sektor pertanian di tanah air. Langkah strategis ini diyakini mampu memotong jalur distribusi komoditas yang selama ini terlampau panjang dan merugikan para produsen utama di tingkat akar rumput.

Sebagaimana dijelaskan oleh Mentan Amran, fungsi utama koperasi ini adalah memotong rantai pasok dari delapan tingkatan menjadi hanya tiga tingkatan saja. Dalam keterangannya usai Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026), Mentan Amran memaparkan bahwa pemotongan rantai pasok tersebut mengubah jalur distribusi secara signifikan.

Alur baru ini membuat komoditas mengalir langsung dari petani menuju koperasi, yang kemudian langsung disalurkan kepada masyarakat luas. "Itu dari delapan menjadi tiga. Tiga itu dari petani ke koperasi, koperasi ke masyarakat," tutur Amran.

Melalui pemangkasan jalur distribusi yang melibatkan para perantara atau middleman, keuntungan besar yang selama ini dinikmati oleh tengkulak dapat dialihkan langsung kepada kesejahteraan petani. Berdasarkan hasil penghitungan Kementerian Pertanian pada sembilan komoditas pangan utama, para perantara sebelumnya mampu meraup keuntungan hingga Rp 313 triliun.

Baca Juga :   Musim Kemarau, Petani Madiun Perketat Pengendalian Hama Wereng Cokelat

Dengan adanya Kopdes Merah Putih yang mengambil margin keuntungan sekitar Rp 50 triliun, sisa dana sebesar Rp 263 triliun secara langsung dapat dinikmati oleh para petani dan masyarakat. Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa perputaran dana ratusan triliun rupiah di pedesaan tersebut akan mendongkrak daya beli masyarakat serta menaikkan harga komoditas di tingkat produsen.

Selain memangkas rantai pasok, koperasi desa ini juga disiapkan untuk berfungsi sebagai titik distribusi pupuk serta bertindak sebagai offtaker penampung hasil panen gabah petani. Keberadaan fasilitas ini dinilai sangat membantu karena petani tidak perlu lagi menempuh jarak puluhan kilometer menuju gudang Bulog.

"Menjual gabah itu langsung ke koperasi, karena biasanya gudang Bulog kita jaraknya 50 kilo dari sawah," pungkasnya. (Tengku Abdillah Ayyub)

Baca Juga :   Harga Timun di Magetan Naik hingga Rp18 Ribu per Kilogram, Hasil Panen Petani Justru Menyusut

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.