MAGETAN - Di tengah gempuran berbagai peralatan modern, sejumlah warga Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, masih setia mempertahankan kerajinan kepang dari bambu. Bukan sekadar alas untuk menjemur gabah atau meniriskan tahu, kerajinan ini menjadi warisan turun-temurun yang berusaha bertahan di tengah perubahan zaman.
Di tangan para pengrajin, batang bambu diolah menjadi bilah-bilah tipis. Selanjutnya, bilah bambu tersebut disusun dan dianyam dengan telaten hingga menjadi lembaran kepang yang rapi dan kuat.
Kepang bambu biasanya digunakan sebagai alas untuk menjemur gabah maupun meniriskan tahu. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari ukuran kecil hingga besar. Harganya relatif murah, sekitar Rp1.500 untuk ukuran kecil hingga Rp15.000 untuk ukuran besar.
Dalam sehari, seorang pengrajin dapat menyelesaikan dua hingga tiga kepang, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Hasil kerajinan tersebut kemudian dikumpulkan dan dijual kepada pengepul yang datang setiap minggu.
Kini, membuat kepang bambu lebih banyak menjadi pekerjaan sampingan di sela aktivitas bertani. Sebab, penghasilan dari kerajinan tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Padahal, pada masa lalu, kerajinan kepang bambu pernah menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi sejumlah keluarga. Hasil penjualannya bahkan mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga membiayai pendidikan anak.
Suwarli, salah satu pengrajin kepang bambu, tetap mempertahankan keterampilan tersebut meski permintaan dan nilai jual kepang kini semakin terbatas. Perubahan zaman dan hadirnya berbagai peralatan modern membuat keberadaan kerajinan tradisional ini semakin terdesak.
Meski demikian, para pengrajin tetap menganyam. Bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga untuk menjaga warisan keterampilan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Di tengah semakin sedikitnya generasi muda yang mau menekuni kerajinan ini, kepang bambu Sendangagung terus dipertahankan agar tidak hilang ditelan zaman.
Editor : JTV Madiun

















