Kemacetan kembali terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (28 Agustus 2026). Hingga sekitar pukul 13.30 WIB, antrean kendaraan terpantau mengekor hingga sekitar 3 kilometer. Penyebab kemacetan masih belum diketahui.
Salah seorang sopir, Putu Agus, mengaku terjebak kemacetan sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia berada di sekitar utara Terminal Sritanjung dan hingga siang masih tertahan di depan kawasan Pelabuhan Ketapang.
"Harusnya hari ini bongkar di Bali, tapi malah kena macet. Ini ya kena marah, tapi ya cuma bisa minta maaf sama bos. Ini infonya macetnya udah dua hari," kata Agus.
Agus mengaku berangkat dari Surabaya menuju Denpasar dengan membawa camilan makanan ringan. Ia biasa melakukan perjalanan Jawa-Bali sekitar satu kali dalam sepekan.
Baca Juga : Kejar Target Nataru 2027, ASDP Percepat Upgrade Dermaga Ketapang dan Gilimanuk
Menurutnya, kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang bukan kali pertama dialaminya. Macet sering terjadi ketika cuaca buruk.
"Kalau pelabuhannya angin, cuaca buruk pasti macet. Kalau saya pribadi kena macet sudah sering beberapa kali, sudah biasa," ujarnya.
Karena macet, Agus seringkali harus merogoh kocek lebih banyak. Sebab saat macet operasionalnya bertambah.
Baca Juga : ASDP Optimalkan Layanan Demi Percepat Penguraian Antrean Kendaraan

"BBM pasti nambah. Mobil hidup, mati, hidup, mati. Paling enggak Rp200 ribu untuk minyak, belum makan lagi," katanya.
Agus berharap kapasitas layanan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dapat ditambah sehingga antrean kendaraan tidak terus berulang.
Baca Juga : Macet Berulang Ratusan Warga Ketapang Geruduk Pelabuhan
"Semoga kapalnya ditambah, dermaganya ditambah, supaya lancar," pungkasnya.
Senada, diutarakan serupa disampaikan , Rizki, asal Malang. Ia mengaku terkena macet sejak di watu dodol yang berjarak 5 kilometer dari Pelabuhan. Hingga siang masih berada di depan Pelabuhan.
"Ini baru sekarang kena macetnya lama sekali," kata Rizki yang membawa muatan sparepart motor dari Jakarta ke Bali itu.
Baca Juga : Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, BHS Tawarkan Solusi Potong Waktu Bongkar Muat Jadi 15 Menit
Ia seringkali hanya tertahan di buffer zone. Namun hanya sekitar sejam biasanya langsung bisa menyeberang. Tapi kali ini bagi Rizki berbeda. Bahkan, ia memperkirakan harus menginap apabila antrean tidak segera terurai.
"Kalau seperti ini kayaknya nanti nginep," ujarnya.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi























