SITUBONDO - Puncak kekeringan ekstrem mulai membayangi Kabupaten Situbondo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan distribusi air bersih seiring meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan.
Hingga Oktober, wilayah terdampak bertambah dari enam kecamatan, delapan desa, dan 12 dusun menjadi tujuh kecamatan, 10 desa, dan 19 dusun.
BPBD meningkatkan pasokan air bersih dari 5.000 liter menjadi 10.000 liter per hari. Empat armada tangki dari BPBD, PMI, BBWS, dan PDAM disiagakan untuk mendukung penyaluran air.
Tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Bungatan, Arjasa, Banyuputih, Suboh, Kendit, Jatibanteng, dan Banyuglugur.
Musim kemarau yang panjang serta perkiraan datangnya musim hujan yang terlambat menjadi tantangan dalam penanganan kekeringan di Situbondo.
Editor : JTV Jember























