Menu
Pencarian


Karhutla Arjuno–Welirang Belum Padam, Kapolres Batu Turun Langsung Bertaruh Tenaga di Lereng Gunung

JTV Malang - Jumat, 23 Oktober 2026 09:52
Karhutla Arjuno–Welirang Belum Padam, Kapolres Batu Turun Langsung Bertaruh Tenaga di Lereng Gunung
Petugas gabungan melakukan pemadaman manual menggunakan gepyok untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno–Welirang, Kamis (22/10/2026). Pemadaman terkendala medan ekstrem, angin kencang, dan kepulan asap tebal.

KOTA BATU - PortalJTV – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Arjuno–Welirang masih belum sepenuhnya padam hingga Kamis (22/10/2026). Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa bahkan turun langsung ke kawasan lereng gunung untuk bergabung bersama relawan dan tim gabungan memadamkan api.

Dalam upaya penanganan tersebut, Panji turut terlibat dalam pembuatan sekat bakar seluas 10,5 hektare di sejumlah titik krusial lereng gunung, tepatnya di kawasan Desa Sumberbrantas, Kota Batu. Langkah ini dilakukan untuk mencegah perluasan titik api dan menahan penjalaran kebakaran ke area lainnya.

Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa mengatakan, dirinya ikut mengawal langsung penanganan karhutla yang mulai merembet ke wilayah Kota Batu sejak Senin (19/10/2026). Hingga kini, sejumlah titik api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Berbagai upaya dilakukan bersama tim gabungan untuk mengendalikan kebakaran. Salah satu metode yang digunakan adalah pemadaman secara manual menggunakan gepyok. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kemudian membuat sekat bakar untuk mencegah api menjalar lebih jauh.

Baca Juga :   Karhutla Arjuno–Welirang Belum Padam, Kapolres Batu Turun Langsung Bertaruh Tenaga di Lereng Gunung

Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Medan lereng gunung yang ekstrem, lembah yang sulit dijangkau, angin kencang, hingga kepulan asap tebal menjadi tantangan bagi petugas yang bertugas.

Panji mengungkapkan, untuk mencapai sejumlah titik api, tim gabungan harus berjalan kaki melewati medan yang sulit ditempuh. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan upaya ekstra, terlebih tiupan angin yang sulit diprediksi berpotensi membahayakan keselamatan petugas.

“Tantangannya adalah ada di lereng-lereng gunung, lembah, dan ini sangat sulit ditempuh, apalagi untuk menuju titik api tim harus berjalan kaki,” ungkapnya.

Panji menegaskan, Polri bersama lintas unsur, mulai dari UPT Tahura Raden Soerjo, TNI, BPBD, hingga relawan, akan terus berupaya maksimal dalam menangani kebakaran di kawasan Gunung Arjuno–Welirang.

Untuk mendukung penanganan karhutla, Polres Batu juga mendirikan Posko Polisi Bersama Masyarakat. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan perkembangan situasi kebakaran, titik kumpul taktis, sekaligus pusat distribusi logistik bagi petugas dan relawan.

Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, Panji mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan, pembukaan lahan dengan cara membakar dapat memicu kebakaran yang berdampak luas dan menyulitkan banyak pihak dalam proses penanganannya.

“Kami turut mengajak kepada semuanya, khususnya warga, untuk tidak lagi membakar di daerah yang rawan menjadi kebakaran hutan. Stop membuka lahan dengan cara membakar, karena efeknya luar biasa dan merepotkan banyak pihak,” terangnya.

Editor : JTV Malang






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.