JAKARTA - Pemerintah tengah mempercepat transformasi digital layanan publik, salah satunya melalui rencana integrasi data kelahiran dengan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui portal INAku. Langkah ini diambil untuk menyederhanakan proses administrasi yang selama ini masih berjalan terpisah di berbagai instansi, mulai dari fasilitas kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), hingga BPJS Kesehatan.
Dilansir dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, alur administrasi yang panjang selama ini dinilai kurang efisien. Masyarakat biasanya harus mengurus administrasi kependudukan terlebih dahulu sebelum bisa mendaftarkan bayi mereka ke BPJS Kesehatan. Hal ini sering kali memakan waktu dan membutuhkan koordinasi antarinstansi yang cukup rumit bagi orang tua baru.
Melalui sistem terintegrasi di portal INAku, seluruh proses nantinya akan disatukan dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai kunci utama yang didukung sistem real-time. Dengan skema tersebut, proses birokrasi yang sebelumnya bisa mencapai sekitar 11 tahapan ditargetkan dapat dipangkas menjadi jauh lebih ringkas.
Kebijakan ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan sejak dini. Bayi yang baru lahir berpotensi langsung terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak hari pertama kelahiran. Hal ini tentu sangat membantu keluarga yang membutuhkan akses layanan kesehatan cepat tanpa harus direpotkan oleh prosedur pendaftaran yang berlapis.
Meski demikian, hingga saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum berlaku secara penuh. Pemerintah masih terus melakukan penyempurnaan sistem serta penguatan koordinasi antarinstansi sebelum implementasi dilakukan secara luas di seluruh Indonesia.
Integrasi ini merupakan bagian dari visi besar transformasi digital sektor pelayanan publik. Pemerintah menargetkan berbagai layanan administrasi dapat terhubung dalam satu sistem terpadu agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien, transparan, dan terpusat dalam satu pintu. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















