SITUBONDO - Peringatan Hari Santri ini menjadi momen untuk menghargai peran santri sekaligus menghidupkan nilai kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan pesantren.
Usai upacara, suasana berubah menjadi lebih akrab. Bupati Situbondo bersama Wakil Bupati Ulfiya dan unsur Forkopimda mengikuti tradisi makan nasi tabheg bersama para santri dan peserta lainnya.
Nasi tabheg merupakan sajian khas yang dihidangkan di atas lembaran daun pisang sehingga dapat dinikmati bersama-sama.
Tradisi ini dikenal di kalangan pesantren Jawa Timur, termasuk sebagai bekal makanan yang dibawa orang tua saat membesuk anaknya di pondok pesantren.
Para peserta duduk berdekatan dan menikmati hidangan secara bersama-sama. Tidak ada sekat dalam suasana makan tersebut. Semua berbagi hidangan dalam semangat persaudaraan.
Bagi Bupati Situbondo, kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan, melainkan refleksi atas nilai-nilai kehidupan santri. Di pondok pesantren, makan bersama sudah menjadi kebiasaan. Pemerintah ingin merefleksikan kebersamaan tersebut dalam peringatan Hari Santri ini.
Bupati Rio menegaskan bahwa kebersamaan dan kesederhanaan merupakan nilai penting dalam kehidupan santri.
Melalui tradisi nasi tabheg, semangat solidaritas dan persaudaraan pesantren diharapkan terus hidup di tengah masyarakat.
Peringatan Hari Santri di Situbondo pun berlangsung dalam suasana hangat, menghadirkan makna kebersamaan melalui tradisi sederhana yang dekat dengan kehidupan santri.
Editor : JTV Jember























