SURABAYA - Program pelatihan Certified Internal Control over Financial Reporting (C-ICoFR) yang diselenggarakan Airlangga Executive Education Center (AEEC) bersama Center for Governance, Risk, Compliance and Competitiveness (GRCC) Airlangga Institute for Learning and Growth (AILG) memasuki hari keempat pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00-16.00 WIB di ASEEC Tower Lantai 4, Ruang Toraja, dalam format kelas intensif tatap muka yang diikuti sembilan peserta.
Materi hari keempat disampaikan langsung oleh Prof. Bambang Tjahjadi, S.E., M.B.A., Ak., CPM., CMA., CA., CSSL., Guru Besar Universitas Airlangga sekaligus Direktur Pusat Tata Kelola, Risiko, Kepatuhan, dan Daya Saing. Sesi ini berfokus pada tiga topik utama, yaitu remediasi, pelaporan, dan asurans eksternal atas ICoFR, sebagai kelanjutan dari tahap implementasi dan pemantauan yang telah dibahas sebelumnya.
Sesi diawali dengan pembahasan remediasi, yaitu proses perbaikan atas pengendalian internal yang dinilai belum efektif. Peserta diajak memahami perbedaan antara kelemahan pada tahap perancangan kontrol dan kelemahan pada tahap pelaksanaannya. Ditekankan pula pentingnya analisis akar masalah agar perbaikan menyasar penyebab sebenarnya, bukan sekadar gejala di permukaan. Peserta turut dilatih menyusun rencana tindak lanjut yang mencantumkan penanggung jawab, tenggat waktu, dan bukti perbaikan, lengkap dengan mekanisme pelacakan hingga temuan terbukti efektif lewat pengujian ulang.
Materi berikutnya membahas penyusunan laporan ICoFR, mencakup klasifikasi temuan berdasarkan tingkat keparahan mulai dari kelemahan kontrol, kelemahan signifikan, hingga kelemahan material serta cara menentukan derajat keparahan berdasarkan kemungkinan, besaran dampak, dan kontrol kompensasi. Peserta juga mempelajari penyusunan pernyataan resmi manajemen mengenai efektivitas ICoFR serta prinsip pelaporan kepada direksi, dewan komisaris, dan komite audit sesuai tingkat keseriusan temuan.
Baca Juga : Unair Gelar Pelatihan dan Sertifikasi ICoFR untuk Perkuat Pengendalian Pelaporan Keuangan
Sesi ditutup dengan pembahasan peran auditor eksternal dalam memberikan keyakinan independen atas asesmen manajemen. Peserta memahami bahwa pihak eksternal tidak merancang atau menjalankan pengendalian, melainkan menilai kecukupan dokumentasi dan bukti yang telah disiapkan manajemen. Dibahas pula kesiapan organisasi menghadapi proses asurans serta keterkaitan ICoFR dengan prinsip audit seperti pendekatan berbasis risiko dan materialitas.
Bambang Tjahjadi menyampaikan bahwa proses remediasi dan pelaporan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bukti kemampuan organisasi memperbaiki diri secara berkelanjutan. Ia menambahkan, keyakinan independen dari pihak eksternal akan membuat laporan keuangan semakin dipercaya oleh para pemangku kepentingan.
Melalui rangkaian hari keempat ini, peserta diharapkan mampu menuntaskan siklus ICoFR secara utuh mulai dari perbaikan kelemahan pengendalian, penyusunan pelaporan objektif, hingga pemahaman proses asurans eksternal guna memperkuat tata kelola dan akuntabilitas pelaporan keuangan di organisasi masing-masing. (Naswa Thalita Zada)
Baca Juga : Hari Keempat Pelatihan C-ICoFR Unair Bahas Remediasi, Pelaporan, dan Asurans Eksternal Pengendalian Internal
Editor : Iwan Iwe



















