SURABAYA - Kebakaran gudang tiner Jalan Kalianak Barat 55 Maduya 1, masih belum padam. Hingga pukul 23.00 WIB atau 3 jam setelah kejadian, api masih berkobar gudang tiner milik CV Rajawali Chemical.
Sebanyak 29 unit Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dikerahkan ke lokasi. Namun, bahan yang terbakar berupa zat kimia membuat petugas mengalami kesulitan.
Bahkan, beberapa kali terdengar ledakan di dalam gudang. Akibat kebakaran ini, 6 orang mengalami luka. 3 diantaranya mengalami luka bakar cukup parah. Seluruh korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Sukandar Riyanto, salah satu Karyawan CV Rajawali Chemical mengungkapkan 3 dari enam korban yang terluka merupakan bos dan istrinya serta atasannya.
"Total ada 6 korban. Dua di antaranya bos saya dan istrinya. Iya pasutri. Mereka pemilik (gudang)-nya. Sama satu atasan saya," ujar Sukandar saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi kebakaran, Senin (15/12/2023).
Sukandar menceritakan, kebakaran akibat korsleting listrik di area gudang. Sejumlah karyawan yang melihat kejadian ini berupaya memadamkan api dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
"Api dari korsleting listrik di area gudang. Sudah dipadamkan menggunakan APAR tapi tak berhasil hingga membesar," katanya.
Karena gudang menjual zat kimia, api langsung membesar disertai ledakan. Hingga saat ini, petugas DPKP masih berusaha memadamkan api.
Kebakaran di gudang tiner CV Rajawali Chemical terbakar sekitar pukul 20.00 WIB. Besarnya kobaran api terlihat hingga kawasan Jalan Demak dan Pasar Kembang. (Juli Susanto)
Editor : M Fakhrurrozi