JEMBER - 
Tim UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berhasil meraih juara dua lomba film pendek PORSI JAWARA II yang digelar di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Prestasi tersebut diraih melalui film pendek berjudul “ODUA” yang dibuat oleh Bayu Pradana dan Moch Alfin Abdillah dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Hanan Desiyanti Suseno dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.
Film “ODUA” berhasil masuk dalam enam nominasi video terbaik bersama karya dari UIN Salatiga, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Sunan Kudus.
Pada tahap final, setiap tim tidak hanya menayangkan film, tetapi juga mempresentasikan gagasan yang dibawa dalam karya. Para peserta diminta menjelaskan alur cerita, pesan, hingga proses kreatif yang dilakukan selama produksi.
Dari sisi teknis, film “ODUA” mendapat penilaian positif dari dewan juri. Menurut penilaian juri, karya tim UIN KHAS Jember dinilai kuat dari aspek naskah, pengambilan gambar, editing, pencahayaan, hingga penampilan talent.
Meski demikian, persaingan pada babak final tidak hanya ditentukan dari kualitas film. Kemampuan tim dalam mempresentasikan karya dan menjawab pertanyaan juri juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Pada sesi tanya jawab, tim UIN KHAS Jember dinilai masih kalah kompak dibandingkan tim UIN Salatiga. Tiga anggota tim UIN Salatiga mampu menunjukkan kerja sama yang lebih kuat saat menjelaskan karya mereka di hadapan juri.
Hasil akhir menempatkan UIN Salatiga sebagai juara pertama melalui film berjudul “Tumpeng”. UIN KHAS Jember meraih juara kedua melalui film “ODUA”, sedangkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati posisi ketiga lewat karya berjudul “Nada yang Hampir Hilang”.
Raihan juara dua menjadi capaian positif bagi UIN KHAS Jember. Selain mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi Islam negeri, film “ODUA” juga membuktikan kemampuan mahasiswa dalam mengemas pesan melalui karya audiovisual yang kuat secara teknis maupun cerita.
Prestasi ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk memperkuat kekompakan, kemampuan presentasi, dan kerja sama saat menghadapi sesi penjurian pada kompetisi berikutnya.
Editor : JTV Jember



















