Menu
Pencarian


Biodiesel dari Minyak Jelantah Karya Perusahaan di Kota Madiun Tembus Pasar Ekspor, Dibanderol Rp9.000 per Liter

JTV Madiun - Selasa, 28 Juli 2026 14:46
Biodiesel dari Minyak Jelantah Karya Perusahaan di Kota Madiun Tembus Pasar Ekspor, Dibanderol Rp9.000 per Liter
Biodiesel dari Minyak Jelantah Karya Perusahaan di Kota Madiun Tembus Pasar Ekspor, Dibanderol Rp9.000 per Liter

KOTA MADIUN - Inovasi pengolahan limbah menjadi energi terbarukan terus berkembang di Kota Madiun. Sebuah perusahaan pengolah limbah di Jalan Sawahan, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mangunharjo, berhasil mengembangkan biodiesel berbahan baku minyak jelantah dan berbagai limbah organik yang kini mulai menembus pasar ekspor.

Perusahaan tersebut memanfaatkan beragam limbah yang selama ini kerap menjadi permasalahan lingkungan, seperti minyak goreng bekas (jelantah), ampas tebu, tepung ketela, limbah organik, sampah pasar, hingga sisa makanan dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh bahan diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Owner PT Marolis Cahaya Internasional, Cahya Yudi Widianto, menjelaskan bahwa proses produksi biodiesel dilakukan melalui beberapa tahapan agar menghasilkan bahan bakar yang berkualitas.

"Semua bahan baku terlebih dahulu difermentasi. Setelah itu diperas untuk diambil cairannya, kemudian dikeringkan dan dimurnikan agar kadar airnya hilang. Dari proses tersebut dihasilkan biodiesel yang bisa digunakan untuk mesin diesel maupun dicampurkan dengan solar konvensional," ujar Cahya.

Menurut Cahya, tingkat efisiensi produksi tergolong tinggi. Dari sekitar satu liter minyak jelantah yang dicampur dengan bahan pendukung lainnya dapat dihasilkan kurang lebih satu liter biodiesel siap pakai.

Saat ini kapasitas produksi biodiesel di perusahaan tersebut mencapai sekitar 100 liter per hari. Namun, pihaknya menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap hingga mencapai satu juta liter, seiring meningkatnya kebutuhan bahan bakar alternatif berbasis limbah.

"Kami terus mengembangkan kapasitas produksi karena melihat potensi biodiesel dari limbah sangat besar. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, produk ini juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan," katanya.

Tidak hanya diminati di dalam negeri, biodiesel hasil produksi perusahaan tersebut juga mulai mendapat perhatian pasar internasional. Setelah melalui berbagai tahapan uji coba, produk biodiesel tersebut berhasil menarik minat pembeli dari Nigeria.

"Alhamdulillah setelah melalui proses pengujian, sudah ada permintaan dari Nigeria. Ini menjadi peluang besar bagi kami untuk memperluas pasar ekspor sekaligus menunjukkan bahwa produk berbasis limbah dari Indonesia mampu bersaing di pasar internasional," ungkap Cahya.

Biodiesel produksi PT Marolis Cahaya Internasional saat ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp9.000 per liter. Pengembangan bahan bakar alternatif berbasis limbah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga mendukung upaya transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Editor : JTV Madiun






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.