PONOROGO - Warga Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, akhirnya bisa bernapas lega setelah belasan tahun mengalami keterbatasan akses akibat belum adanya jembatan penghubung antarwilayah.
Selama ini, warga harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti menuju pasar maupun ke desa sekitar. Alternatif lain adalah melalui jalur darat dengan memutar sejauh 5 hingga 6 kilometer.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan saat musim hujan, ketika debit air sungai meningkat dan kerap membuat akses antar desa tidak dapat dilalui.
Kini, harapan warga mulai terwujud. Pembangunan jembatan penghubung antara Desa Belang dan Desa Bungkal resmi dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama di Kecamatan Bungkal.
Baca Juga : Target 12 Jembatan, TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Gantung di Banyuwangi
Warga pun menyambut antusias pembangunan tersebut karena dinilai akan mempermudah mobilitas sekaligus meningkatkan keselamatan.
“Kami sangat senang, akhirnya ada pembangunan jembatan. Nanti kalau sudah jadi, kami tidak perlu lagi menyeberang sungai,” ujar Seni, warga Desa Belang.
Tak hanya di Bungkal, pembangunan jembatan perintis juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Ponorogo, seperti Kecamatan Sambit, Jambon, dan Slahung.
Baca Juga : Permudah Akses Warga di Dua Desa, Banyuwangi Resmikan Jembatan Perintis Garuda
Komandan Kodim 0802 Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, mengatakan pembangunan difokuskan pada titik-titik yang selama ini memiliki keterbatasan akses penghubung.
“Pembangunan jembatan perintis ini kami prioritaskan di wilayah yang aksesnya terbatas, agar bisa membantu mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat puluhan titik yang telah diusulkan untuk pembangunan jembatan perintis di Kabupaten Ponorogo. Sebagian di antaranya kini mulai direalisasikan secara bertahap.
Baca Juga : Pengerjaan Jembatan Sungailembu Rampung, Aktivitas Warga di Tiga Desa Pesanggaran Banyuwangi Kembali Normal
Warga berharap pembangunan tersebut dapat segera rampung, sehingga akses transportasi menjadi lebih mudah, cepat, dan aman, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Editor : JTV Madiun



















