Menu
Pencarian


PKKMB UWG Malang 2026, 1.200 Lebih Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

JTV Malang - Senin, 14 September 2026 07:10
PKKMB UWG Malang 2026, 1.200 Lebih Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Rektor UWG Malang Dr. Anwar, SH., MHum. bersama jajaran pimpinan saat membuka PKKMB Tahun Akademik 2026/2027 di Hall Widya Graha.

KOTA MALANG - PortalJTV – Lebih dari 1.200 mahasiswa baru Universitas Widya Gama Malang (UWG) memulai perjalanan sebagai mahasiswa melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Minggu (13/9/2026).

PKKMB yang digelar di Hall Widya Graha, Kampus 2 UWG Malang, Jalan Borobudur 35, Kota Malang, bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru. Tahun ini, momentum tersebut diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik, kuat secara karakter, adaptif menghadapi perkembangan teknologi dan mampu memberi dampak bagi masyarakat.

Mengusung tema “Membentuk Generasi Unggul yang Beradab, Adaptif, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”, UWG menempatkan mahasiswa baru sebagai bagian dari generasi yang dipersiapkan menghadapi tantangan masa depan, termasuk derasnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Baca Juga :   PKKMB UWG Malang 2026, 1.200 Lebih Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Ketua Pelaksana PKKMB UWG Malang, Prof. Dr. Ana Sopanah Supriyadi, SE., MSi., Ak., CMA, mengungkapkan jumlah mahasiswa baru tahun ini berhasil melampaui target penerimaan yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 1.200 orang.

“Target 1.200 mahasiswa baru dilampaui,” ujar Ana.

Baca Juga :   UB Wujudkan Mahasiswa Tangguh Melalui Beasiswa Dana Abadi

Menurut Ana, capaian tersebut menjadi awal perjalanan bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan mereka selama menempuh pendidikan di UWG. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya berorientasi pada perkuliahan, tetapi aktif mengembangkan potensi, meraih prestasi dan membangun pengalaman.

Ana mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalani kehidupan kampus secara pasif.

“Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang. Jadilah mahasiswa yang produktif, aktif dan berprestasi. Jadilah generasi unggulan yang beradab,” tegasnya.

Baca Juga :   1.752 Narapidana Lapas Malang Terima Remisi, 17 Orang Langsung Bebas

Ia juga meminta mahasiswa baru membuktikan bahwa keputusan memilih UWG sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi merupakan langkah yang tepat.

“Sekarang saatnya saudara membuktikan bahwa pilihan Anda di UWG adalah pilihan yang tepat,” katanya.

Baca Juga :   DPRD dan Wali Kota Malang Kompak: Pidato Presiden Jadi Pijakan Bangun Kesejahteraan Rakyat

PKKMB UWG Malang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 September 2026.

Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, SH., MHum., yang secara resmi membuka PKKMB, menekankan bahwa mahasiswa baru harus menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal untuk berkembang dan mempersiapkan masa depan.

Ia mengapresiasi kehadiran Wakil Ketua Kadin Indonesia sekaligus Ketua Japnas, Widianto Saputro, yang merupakan alumni UWG Malang. Widianto hadir dari Merauke untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru melalui stadium general.

Baca Juga :   Peneliti UNITRI Ciptakan Terobosan: Kolam Edukatif untuk Sembuhkan Stres Belajar Siswa SD

“Terima kasih kepada Bapak Widianto Saputro, jauh dari Merauke hadir di UWG Malang untuk memberikan semangat kepada mahasiswa baru,” ungkap Anwar.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar memperkenalkan sejumlah kekuatan akademik yang dimiliki UWG. Ia menyebut kampus tersebut memiliki banyak profesor dan saat ini juga terdapat dosen yang tengah berproses menuju profesor di bidang Artificial Intelligence, yakni Fitri Marisa.

Anwar juga menyoroti keberagaman daerah asal mahasiswa baru yang datang ke UWG, termasuk dari Zudan dan Timor-Leste. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan UWG menjadi pilihan bagi mahasiswa dari berbagai wilayah.

Di hadapan mahasiswa baru, Anwar kemudian memberikan pesan agar mereka tidak sekadar menjalani rutinitas perkuliahan, tetapi menjadikan masa kuliah sebagai momentum untuk berkembang.

“Mahasiswa baru harus menjadi lompatan menjadi orang hebat,” tegasnya.

Anwar menyebut UWG Malang masuk dalam 81 kampus terbaik di Indonesia. Capaian tersebut, menurutnya, harus menjadi pemacu mahasiswa untuk menjalani perkuliahan dengan penuh optimisme.

“Artinya UWG benar menjadi kampus yang akan menghantarkan Anda menjadi orang sukses,” katanya.

Namun, kesuksesan yang dimaksud tidak hanya diukur dari kemampuan akademik. Anwar menekankan pentingnya karakter dan integritas sebagai bekal mahasiswa ketika nantinya terjun ke masyarakat.

Ia mengingatkan, orang pintar sekalipun dapat kehilangan arah apabila tidak memiliki moral dan integritas. Karena itu, mahasiswa UWG didorong menjadi pribadi yang jujur, amanah, berakhlak, beretika dan bertanggung jawab.

Nilai “beradab” dalam tema PKKMB pun bukan sekadar slogan. Nilai tersebut diharapkan melekat dalam diri mahasiswa hingga mereka memasuki dunia profesional, baik sebagai birokrat, pemimpin lembaga, profesional maupun pelaku usaha.

Di saat yang sama, mahasiswa juga dihadapkan pada perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Artificial Intelligence atau AI menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang yang harus dipahami sejak dini.

UWG mendorong mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna AI, tetapi mampu memanfaatkannya secara kritis dan bertanggung jawab. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, objektif, konstruktif dan terbuka menjadi bekal yang dibutuhkan mahasiswa untuk menghadapi perubahan tersebut.

Perkembangan teknologi tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan nilai kemanusiaan. Kompetensi digital harus berjalan beriringan dengan etika, integritas dan kemampuan berkolaborasi.

Arah pendidikan UWG juga diperkuat melalui konsep Kampus Berdampak. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar nilai akademik dan ijazah, tetapi juga mampu membawa ilmu pengetahuan keluar dari ruang kuliah dan menjadikannya solusi atas persoalan masyarakat.

Ruang tersebut dapat diwujudkan melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, kewirausahaan, organisasi, kompetisi, inovasi maupun berbagai program kolaborasi bersama pemerintah, dunia usaha, dunia industri dan komunitas.

Dengan demikian, keberhasilan mahasiswa tidak berhenti pada Indeks Prestasi Kumulatif maupun gelar akademik. Kemampuan membangun jejaring, kepemimpinan, kreativitas, kolaborasi dan kontribusi sosial juga menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa UWG.

Memasuki perguruan tinggi juga berarti mahasiswa harus meninggalkan pola pikir sebagai siswa. Mereka dituntut lebih mandiri, mampu menghadapi tantangan dan bertanggung jawab terhadap pilihan serta masa depannya.

Pesan mengenai karakter juga datang dari Wakil Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia Widya Gama Malang (YPPIWM), Dr. Djoko Imbawani Atmaja, SH., MHum.

Djoko menekankan agar nilai Pancasila tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari sikap dan perilaku generasi muda. Menurutnya, mahasiswa harus membawa nilai tersebut dalam perjalanan mereka hingga memasuki dunia profesional.

“Pancasila itu harus hidup dalam diri generasi muda. Jangan hanya dipahami dan dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Djoko.

Ia menilai keberhasilan seseorang tidak cukup hanya dilihat dari jabatan, pendidikan maupun pencapaian profesional. Ketika kelak mahasiswa menduduki posisi strategis, moral dan integritas tetap harus menjadi pegangan.

“Ketika nanti menjadi orang sukses, menjadi birokrat, pimpinan lembaga maupun profesional, nilai moral dan akhlak harus tetap dijaga,” tegasnya.

Pesan Djoko tersebut menjadi penegasan bahwa generasi unggul yang ingin dibentuk UWG bukan hanya mereka yang memiliki kemampuan akademik dan penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki karakter serta tanggung jawab moral.

Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan stadium general bersama Widianto Saputro. Kehadiran alumni UWG yang kini berkiprah di tingkat nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya kompetensi, karakter dan jejaring dalam membangun masa depan.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan atribut PKKMB secara simbolis oleh Rektor UWG Malang kepada mahasiswa baru.

Lebih dari 1.200 mahasiswa kini resmi membuka lembaran baru. Empat hari PKKMB menjadi langkah awal, tetapi perjalanan sesungguhnya baru dimulai.

Mereka dituntut bukan hanya menjadi lulusan yang pintar, tetapi generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan, tetap berpegang pada nilai dan berani memberikan dampak.

Sebab menuju Indonesia Emas 2045, UWG ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi kuat dalam karakter dan nyata dalam kontribusi. (Rafli)

Editor : JTV Malang






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.