SIDOARJO - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menerima dua jenazah korban ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pada Rabu (1/10/2025) malam.
Kedua jenazah akhirnya berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur bersama RSI Siti Hajar. Korban bernama Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17), warga Putat Jaya, Surabaya dan M. Agus Ubaidillah (14) warga Jalan Gresik Gadukan Surabaya.
Identifikasi dilakukan dengan metode primer berupa sidik jari dan gigi, diperkuat dengan data medis serta barang milik korban. Teridentifikasinya dua jenazah ini maka total sudah 5 jenazah teridentifikasi.
Jenazah pertama yang teridentifikasi adalah Maulana Alfan Ibrahimavic (13), warga Pabean Cantian, Surabaya. Identifikasi dilakukan berdasarkan data sekunder medis visual serta properti barang milik korban.
Baca Juga : Polda Jatim Serahkan 3 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny ke Keluarga
Jenazah kedua teridentifikasi atas nama Muhammad Masudulat (14), warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya.
Jenazah ketiga atas nama Muhammad Soleh (22), teridentifikasi sebagai warga yang beralamat di Jalan Madura, Tanjung Pandan, Bangka Belitung.
AKBP dr. Adam Bimantoro Kasubbidokpol Biddokkes Polda Jatim menyatakan, identifikasi korban ambruknya bangunan Ponpes tersebut, dilakukan sejak Senin (29/9/2025) hingga Rabu (1/10/2025).
Baca Juga : Update Hari ke-6 Korban Ponpes Al Khoziny: 104 Selamat, 17 Meninggal dan Satu Potongan Kaki
“Tiga jenazah ini sudah kita serahkan ke pihak keluarga kemarin,” katanya.
Kasubbidokpol Biddokkes Polda Jatim ini menambahkan tidak mengutamakan kecepatan, melainkan ketepatan.
"Dalam proses identifikasi, yang utama adalah ketepatan, bukan kecepatan. Daripada terburu-buru tetapi salah memberikan kepada keluarga lain, tentu akan menimbulkan masalah,” paparnya.
Baca Juga : Wali Santri Protes, Gubernur Khofifah Beri Ruang Ikuti Proses Evakuasi Korban

Sementara itu, Kombes Pol Christian Tobing Kapolresta Sidoarjo menambahkan, pihaknya turut menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.
“Kita sama-sama berdoa. Semoga para jenazah diampuni dosanya dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, amin ya rabbal alamin,” pungkasnya.
Baca Juga : Kapolda Jatim Pastikan Selidiki Penyebab Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny
Sementara itu, tim SAR gabungan kembali melakukan evakuasi korban pada pagi ini. Diperkirakan masih ada puluhan santri yang tertimbun reruntuhan bangunan musala Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo. (*)
Baca Juga : Ratusan Personel Polresta Sidoarjo Bersihkan Puing Bangunan Ponpes Al Khoziny
Editor : M Fakhrurrozi



















